Sejak kecil aku ingin sekali mempunyai kamera. Bahkan pernah merengek pada ibu untuk dibelikan kamera pocket merek fuji dengan alasan agar ada kenang-kenangan setiap ada acara-acara keluarga. Tapi ibu mengelak dengan alasan harga kamera tersebut terlalu mahal. Sebagai anak yang bergantung hidup pada orang tua saat itu, aku hanya dapat patuh. Kami hanya meminjam kamera pocket milik saudara atau tetangga jika ada acara-acara yang membutuhkan dokumentasi. Sehingga aku bertekad, kelak, jika aku telah memiliki penghasilan, aku harus dapat membeli sebuah kamera untuk ku.
Ketika aku bekerja, keinginan itu nyaris terlupakan, hingga aku mendapat kabar dari Ayah bahwa pada tahun itu kami sekelurga harus merayakan lebaran di Medan karena kondisi kesehatan nenek yang semakin menurun. Terpikir olehku jika umur nenek akan panjang maka aku harus membawa sesuatu untuk mengabadikan saat lebaran kali ini bersama nenek, akhirnya keinginan untuk membeli kamera muncul lagi. Segera kulihat limit kartu kreditku, ternyata kartu kreditku satu-satunya ketika itu, hanya menyisakan 1 juta lebih sedikit sehingga tidak dapat membeli kamera digital yang aku inginkan. Temanku menyarankan untuk membeli kamera manual, tapi mengingat biaya operasional kamera manual mahal maka aku bertahan memilih kamera digital. Karena limit kartuku tidak memadai maka aku meminjam kartu kredit milik Desi, temanku. Berbekal kartu kredit itu aku ke glodok untuk membeli kamera digital.
Kamera yang ku pilih adalah Canon A300 karena easy to use dan budget friendly. Alhamdulillah meskipun LCD-nya dah mulai rusak sekarang, kamera itu telah berhasil mengabadikan lebaran terakhir bersama nenek. Salah satu orang yang berjasa mendidik ku.
Setelah memiliki kamera, aku mulai bergabung dengan klub fotografi yang berada di dunia maya, namun sering mengadakan hunting di dunia nyata fotografer.net namanya…..anggota klub biasa menyebutnya fn. (see hasil jepretan seadanya on http://www.fotografer.net/isi/galeri/?searchid=2&katacari=32618 dan http://www.fotografer.net/isi/galeri/index.php?xxthn=2004&searchid=2&katacari=32618&katakunci= ) Dari klub ini aku mulai belajar fotografi sejengkal demi sejengkal. Mengenal fungsi diafragma, ISO, kecepatan, zoom, cahaya….. pokoknya segala tetek bengek yang tadinya aku tidak mengerti sama sekali.
Di FN disamping orang-orang yang pedas dalam mengirimkan kritik, adapula orang-orang yang baik dan rendah hati yang sudi membagikan pengetahuan mereka kepada para junior sepertiku. Suatu ketika aku tidak mengerti mengenai hubungan diafragma dan kecepatan, seorang senior mengirimkan artikel mengenai hal tersebut untuk ku pelajari. Dan Alhamdulillah sangat berguna dan menunjang hobi fotografi ku. Tak disangka kedua hal tersebut memegang peranan yang penting dalam menghasilkan gambar yang bagus.
Saat ini, kamera yang ku gunakan lebih sering adalah Nikon D70s, selain fitur-nya memuaskan kamera ini memiliki kapasitas penyimpanan foto yang besar, karena memory card Nikon D70s ini sebesar 1 gb. Bisa puasssssssssssssss banget buat mengabadikan berbagai moment. Namun kamera yang paling berjasa menemaniku mempergunakan fitur manual pada kamera digital adalah pocket camera Nikon coolpix 5400. Kamera ini pula yang menemaniku berjalan hingga curug sarebu di wilayah pegunungan salak.
Untuk seluruh anggota fn. baik nasional ataupun fn.bogor : Terima Kasih.
Untuk Model-model ku : Mutia, Zati Syarofina, Ayah-Ibu, sepupu-sepupuku serta adik-adik dan temanku, Terima Kasih.