Tentang seseorang yang tak sengaja mengguratkan kenangan
Suatu ketika di saat aku sangat sedih dan tak tahu harus kemana mengadu, dia berada tepat di depanku. Sehingga tumpahlah airmata di depannya. Padahal dia bukan orang yang dekat denganku. Dia hanya figur indah yang takkan terjangkau, bahkan untuk berbincangpun hanya impian. Di atas kereta api tiba-tiba tak terbendung airmata ku, ketika beban dihati dan beribu masalah menghantuiku kala itu.
Saat lain, Sore itu aku menaiki bus jurusan kanan ketika kulihat semburat cahaya merah yang indah diatas danau UI dan balairung. Sangat indah hingga aku tak ingin membaginya dengan orang lain, ketika tiba-tiba sebuah suara memecahkan kekagumanku. “Kenapa senyum?” saat itu aku baru sadar dia duduk di depanku. Aku mengarahkan telunjukku pada pemandangan yang menakjubkan sore itu,”indah” hanya itu yang aku ucapkan sambil tersenyum menatap semburat merah di langit yang mulai meninggalkan warna biru diatas danau UI yang berlatarkan gedung rektorat.
“disaat aku membutuhkan tempat menumpahkan kepedihan dia berada di depanku” ]
“disaat aku tak ingin berbagi dia meminta tempat untuk merasakan keindahan yang ku rasakan”
Untuk lelaki impian yang secara tak sadar mengguratkan kenangan dalam ingatanku.