Tanaman di Halaman Rumah kami
Tahun ini tanaman yang lagi naik daun di rumah kami adalah Marquisa, karena sari tanaman tersebut sangat digemari oleh penghuni rumah kami. Biasanya kami harus membeli sir
up marquisa yang harganya lumayan mahal. Syrup markisa di rumah kami benar-benar segar dan berbeda dari syrup markisa buatan pabrik. Lebih kental dan tingkat kemanisannya bisa disesuaikan dengan selera. Karena enaknya pula teman-teman ayah ku beberapa kali meminta ayah untuk membawa syrup buatan ibuku ke kantor.Senangnya lagi, karena syrup made in rumah ini, kami sekeluarga bisa minum syrup marquisa sepuasnya tidak ada batasan seperti jika meminum syrup made in pabrik.
Oh iya, setiap tahun penghuni rumahku selalu mempunyai berbagai tanaman yang berbeda. Tahun lalu, pohon belimbing adalah favorit kami, karena saat itu kami sering terkekeh melihat kelakuan adikku yang demen nangkring di pohon belimbing saat itu. Dua-Tiga tahun lalu tanaman favorit kami adalah anggrek, karena bunga-bunganya yang indah yang menyejukan hati ketika di pandang. Namun karena kesibukan penghuni rumah dan penyakit yang sering datang maka satu persatu anggrek kami berguguran, kini hanya tertinggal 10 tanaman anggrek yang tersisa dari puluhan pot yang ada.
Pernah juga kami memfavoritkan tanaman Pepaya karena buahnya yang manis yang terus menerus berbuah, namun karena lahannya dipergunakan untuk memperbesar luar rumah kami maka pohon-pohon pepaya tinggallah kenangan. Pernah juga kami menanam jagung dan ubi kayu, hasilnya lumayan loh….. Tanaman -tanaman ini terus terang sering membantu dapur untuk mengisi perut kami. Karena seringkali ditanggal tua ketika uang belanja ibu sudah menipis, namun ia sebagai manajer keluarga harus tetap menyediakan masakan yang bergizi, maka bermodal hasil-hasil tanaman dari kebun kami tersebut itu ibu membuat sayur daun ubi tumbuk atau tumis ataupun lalp beserta sambelnya tinggal tambah ikan asin kiriman saudara dari Medan, wah sedap banget tuh.
Anak-anak ayah dan ibu selalu diajarkan untuk bersyukur atas rahmat Allah yang masih memberikan kami hasil kebun untuk kami makan. Dan Alhamdulillah, ibuku adalah koki yang pintar dalam mengolah makanan. Sehingga tak ada makanan yang tersisa jika ibu memasak, selalu kami tandaskan, kecuali bila ibu memasakanya kebanyakan hehehehhe……
October 20th, 2005 at 1:48 pm
Slurpss… jadi ngiler bacanya, pengen makan lalap sambel dama ikan asin, abis itu minum jus markisa asli deh…. Mau donk… seneng deh bacanya halaman rumah ditanami tanaman yang bermanfaat. Kapan ya gw bisa punya rumah yang halamannya luas?