Penantian 1

Ku sentuh bayangmu seiring alunan nada yang menyayat pedih
Dirimu tercipta dalam sudut hati yang dingin
Yang selalu kelam tak terjamah cahaya keriaan
Karena wujudmu tak kan pernah dapat hadir secara nyata

LIhatlah perawan muram
berduka dalam keriangannya
menyembunyikan mata yang berkaca-kaca
sendiri mengharap hadirmu

Melukis titik demi titik
menguji kesabaran yang terbatasi waktu
Sambil menyeru
Berikan keajaiban pada garisku dalam sebuah bentuk!

Leave a Reply