MALAM KETIKA HATI MENGETUK LUMBUNG AIRMATA
Sayang, aku sadar sekali ini keputusan terbaik yang harus kita ambil saat ini.
Meski hati telah bertaut, namun kita tak dapat hidup dengan menisbikan jaring-jaring yang telah mengikat masing-masing diri. Kita pun bukan orang yang tak dapat mendengar kerasnya deburan kegelisahan mereka.
Meski sakit, kita harus tetap berjalan menempuh jalan kita masing-masing.
Aku tak ingin menuntutmu menjalani hal yang tak dapat kau jalani.
Kau pun tak dapat memaksaku meninggalkan sayap-sayap yang telah membesarkan dan melindungiku.
Dengan pisau cintaku, telah ku tusuk hati menegakkan logika.
Kita tak dapat berjalan terus menerus melukai banyak jiwa.
Aku sadar bahwa kau pun terluka, sangat terluka………..
Meski kau berusaha tertawa, namun aku masih sempat menangkap airmata yang tak dapat kau tumpahkan di depanku.