Archive for April, 2006

RAPUH

Tuesday, April 11th, 2006

Dalam guyuran air di ruangan itu aku kembali menangis….

Bukan tangisan patah hati seperti kemarin-kemarin, tapi tangisan ketidakberdayaan………

Entah mengapa aku belum bisa menata diri..

sedih banget….

ini bukan sesuatu yang harus kuceritakan pada orang lain.

Sudah 27 tahun lebih aku hidup namun aku masih belum bisa mandiri…..

Kapan aku dapat mewujudkan impianku untuk bekerja jauh di belantara sana jika aku masih tidak mampu menata diri?

Ah… ah… sudah selesailah duka…….

aku akan menyelesaikannya dengan cara ku sendiri…..

dan tentu saja dengan diriku sendiri…..

toh…. pada saat lahir dan nanti pada ajalku aku sendiri….

La hawla wala kuwwata illabillah

Demokrasi, apakah penting?

Thursday, April 6th, 2006

Sekarang Indonesia termasuk salah satu negara pengamal demokrasi, makanya mo demo sampe jumpalitan juga monggo…… Ga heran orang bisa demo sampe merusak fasilitas umum. Trus, kalo ditangkep nanti bilangnya melanggar hak azasi dalam menyuarakan pendapat (masa kalo anarkis ga boleh ditangkep?). Gw kadang berfikir, nyebelin juga ya demokrasi…. terlalu banyak orang yang bersuara dan mesti di denger.

Gue liat negara tetangga, Malaysia dan Singapur kagak demokrasi, tapi makmur…. waduh… apa mending begitu aja ya? Biar suaranya gak di denger, yang penting rakyat bisa makan, bisa nyekolahin anaknya, bisa punya tempat tinggal, bisa ngejaga kebersihan lingkungan, bisa merasa aman berjalan di malam hari. Ketimbang Demokrasi tapi beli beras aja susah, dapetin pupuk untuk nanem padi juga mahal, buang sampah sembarangan bisa trus penjahat berkeliaran bebas. Jadi apa perlu ya demokrasi?

Ketika aku ingin datang pagi

Wednesday, April 5th, 2006

Hari ini, aku ingin berangkat pagi, mewujudkan niatku untuk bekerja lebih banyak dan lebih keras. Semua bergerak cepat, tapi tiba-tiba aku muak dengan segala rutinitas pagi disekelilingku. Kenapa manusia tidak memperbaiki diri sendiri dulu ketimbang mengurusi aktivitas rutin orang lain, lalu kemudian mengejeknya? Karena perbaikan tidak akan tercipta dengan ejekan, makian ataupun kata-kata keras. Lalu aku bangkit melaksanakan sholat shubuh.

Dua puluh menit menjelang jam delapan aku sudah berada di stasiun kereta, matahari mulai mencubit, aku bersemangat sekali untuk datang pagi ke kantor, namun kenapa kereta tidak bersahabat? Di kereta api, penumpang berlaku seperti kanak-kanak saling dorong, sikut-sikutan, pangku-pangkuan dan terus terang membuatku ingin berlaku anarkis terhadap mereka. Mengapa mereka bisa duduk manis di kereta pakuan dan berlaku kanak-kanak di kereta ekonomi?

Setelah turun dan melihat tukang ojek menyebalkan itu yang sedang dapat giliran mengangkut penumpang, aku langsung berputar mencari mikrolet. Syukurlah mikrolet datang menyambut cepat, kemudian membawaku melewati tebet. Casablanca, macet membuat kendaraan berbaris laksana semut mengantri jatah gula….. dan aku dapat dipastikan tidak akan dapat datang tepat jam 9. Sudahlah …………. yang penting hari ini aku sudah berniat datang tepat jam 9.

Dan kini aku menghadapi kertas-kertas kerjaku.

SELAMAT PAGI

Sedang menimbang-nimbang

Monday, April 3rd, 2006

Aku mulai berfikir ……..

Apakah aku sekarang berada dalam comfort zone??

Sebab aku merasa nyaman sekali bekerja di tempat yang bukan menjadi tempat idamanku untuk bekerja ini. Bagaimana tidak… walaupun jumlah numerator rupiah yang ku trima jauh dibawah teman-teman seangkatanku, namun aku merasa cukup. Bagaimana tidak cukup, waktu kerja efektifku juga berbeda dengan waktu kerja yang harus dihabiskan mereka. Disini sangat-sangat fleksibel, entah dari jam kedatangan ataupun jam kepulangan, yang penting kerjaan beres….

Namun, dari segi pengembangan diri agak kurang…karena tidak ada program diklat yang jelas… serta sistem evaluasi pun tidak berjalan…. jadi sebandinglah dengan gaji yang ku dapat.

Dari diriku sendiri jelas tidak banyak tuntutan untuk mencapai berbagai hal-hal kebendaan, yang penting cukup hidup.  Sehingga tidak ada upaya-upaya untuk mencari tempat bekerja baru yang menjanjikan gaji yang lebih tinggi.

So.. apakah aku sedang berada di comfort zone?

KETIKA AKU MENJADI ANEH

Sunday, April 2nd, 2006
bingung
tertawa
menangis…
kembali lagi menegakan logika
kemudian, terseret lagi oleh perasaan
berulang-ulang…..
dan akhirnya tersenyum sendiri sambil menahan sakit kepala………….