Archive for June, 2006

M E L E P A S

Tuesday, June 27th, 2006

Selamat Tinggal Patah Hati,

Akhirnya kita harus berpisah juga…….. maaf aku harus meninggalkan mu. Sebab hidup harus kembali berjalan tanpa air mata dan kesakitan di malam hari. Patah hati, jika mungkin, aku tak ingin kembali lagi padamu. Aku akan menjejak pada episode-episode baru dengan bintang-bintang lain. Kau telah sedemikian baik menemaniku beberapa bulan ini dan membuatku melihat dengan kaca mata mu. Jadi izinkanlah aku mencoba berkawan dengan yang lainnya dan memandang dunia dari sudut lain.

Melepas engkau

Melepas luka hati

Memaafkan………

Giving up my hope…..

Pain…pain… how beautiful it is…

Sunday, June 25th, 2006

Apakah artinya hidup tanpa rasa perih…..

Justru dengan perih hidup lebih berwarna.

Pain make me could enjoy this morning scene.

With pain I awake this morning and smile….

Love……..

Your pain give me a fuel to live.

Aku tidak ingin menyesal dan mengutuk waktu lampau.

Karena ternyata perih membuatku bersemangat menaklukan hari.

although every night I cut my heart…

In the morning it back again….

To HY : intuisi ku berkata ada orang baru yang hadir dalam hidup mu, tapi hatiku tak berdenyut sakit, aneh…..

SAJAK SEONGGOK JAGUNG

Friday, June 23rd, 2006

……………….

Seonggok jagung di kamar

Tak akan menolong seorang pemuda

yang pandangan hidupnya berasal dari buku

Dan hanya penuh hafalan kesimpulan.

Yang hanyat terlatih menjadi pemakai

Tetapi kurang latihan bebas berkarya

Pendidikan telah memusnahkannya dari kehidupan.

Rendra

Salah satu keanehanku

Monday, June 19th, 2006

Ada hikmah dari patah hati yang sakitnya belum hilang walau tiga bulan telah berjalan, yaitu : aku semakin bisa menghayati film-film drama hahahhahahahahahahahaha…………. Setiap menonton film drama….. apapun akhirnya, happy ending ataupun sad ending air mata tetap bercucuran. Kalau dalam keadaan normal sih jadi sering ketawa-ketawa sendiri mengingat kelakuan diri. Manusia….manusia…. anehnya……..

Ternyata indahnya perasaan yang dinikmati harus dibayar dengan sakit yang terus berdenyut ketika tiba waktu sendiri ataupun malam hari. Benda apapun darinya bisa membangkitkan kenangan namun juga menjadi penguat diri. Setiap malam mengeja namanya berulang kali hingga terlelap. Meskipun tak dapat bertemu lagi dalam mimpiku dia kerap kali hadir. Ternyata rasa itu berbekas dalam, mungkin pula telah berakar. Padahal logika ku berkata, jangan lihat kebelakang … toh hubungan yang terjadi dalam waktu pendek……… Tapi mengapa bayangannya tak hilang dalam ingatan, walau sikapnya telah berubah menjadi dingin dan menyebalkan. Aneh……

Seandainya aku dapat kembali kebelakang….. apakah aku dapat merubah perasaan ku padanya??? Seandainya aku kembali kebelakang akankah kami dapat bersama dan bahagia dalam perbedaan kami??? entahlah………….