Antara Kualitas dan kuantitas

Selama ini terus terang, aku tidak banyak menghasilkan karya fotografi yang bermutu. Terus terang aku belum menjalankan "foto berkonsep" dalam berkarya. Umumnya foto2 ku asal jepret…………. Dan itulah sebab mengapa aku tidak berani mengeksekusi langsung job dari sebuah Institusi yang mengadakan kuliah umum dengan mengundang seorang Menteri Perdagangan.

Koleksi fotoku sangat banyak, kalau dihitung-hitung, mungkin sudah 20 GB, tapi foto-foto yang layak tampil, mungkin hanya 10-20 foto dari ribuan foto koleksiku. Selama ini aku beranggapan bahwa practices will make my photo perfect, but until now, I never make a perfect photo. Job-job mulai berdatangan seiring dengan terdengarnya kabar bahwa aku punya hobi photografi. Tapi aku baru menangani 3 klien untuk foto pernikahan. Menurut Pak Huda, aku harus tetap berani mengeksekusi permintaan. Tapi disisi lain kalau mendengar tentang foto berkonsep, keberanianku jadi menciut. Sedih nih. …. kapan bisa maju yah??

Apakah sebaiknya aku tidak menerima permintaan2 untuk memotret dulu hingga kualitasku dalam fotografi meningkat?

One Response to “Antara Kualitas dan kuantitas”

  1. EmaknyaOdy Says:

    Dian, ayo belajar motret yang lebih giat lagi. Jangan ragu2 terima tawaran kerjaan, mudah2an nambah pengetahuan. Btw, motret yang berkonsep tuh gimana ya?

Leave a Reply