lagi.. tentang fotografi
Jumat pagi lalu, 22 september 2006, ketika aku beserta teman-teman mengadakan pameran kecil-kecilan karya fotografi dan puisi yang kami buat, seorang bapak menghampiriku, beliau menanyakan mengenai karya-karya kami tersebut. Karena aku satu-satunya fotografer yang stand by pagi itu, maka dengan pengetahuan ku yang terbatas aku menerangkan karya-karya tersebut. ternyata beliau adalah fotografer senior yang mencari nafkah di Hongkong, namanya Pak Candra. Beliau berpendapat karya-karya kami sudah cukup bagus. KArena sadar bahwa karya kami merupakan karya amatir, aku terangkan bahwa karya kami bukanlah karya yang cukup berkualitas dan masih amatiran.
Kemudian mulailah pembahasan mengenai fotografi. Pak Candra menerangkan bahwa sesungguhnya tidak ada perbedaan amatir dan profesional dalam hasil karya, karena dalam fotografi tidak ada yang bisa memastikan bahwa karya yang dihasilkan seseorang akan lebih bagus dari karya yang dihasilkan oleh orang lain. Dan ini berlaku juga pada segala sesuatu yang berhubungan dengan berkesenian.
Teknik adalah suatu hal yang penting, namun bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah niat yang akan menjadi pemicu ketekunan dan dedikasi. Pak Candra memompakan semangat padaku untuk lebih serius menekuni fotografi. jangan perdulikan pada alat atau media yang digunakan, tapi yang terpenting adalah aku harus mempunyai tujuan yang jelas dalam fotografi. Sehingga karya-karya ku berkonsep. Aku jadi teringat pendapat Barrett :
Photographs have meanings deeper than what appears on their surfaces, the surface meaning is tha which is obvious and evident about what is pictured, and deeper meaning are those that are implied by what is pictured and how it is pictured (barrett, p. 42 :1996)
Fotografi adalah salah satu cara untuk menampilkan nilai seni, yang merupakan perpaduan antara Hati dan otak. Dimana otak hanya memegang peranan 30 % sebagai pelaksana teknis selebihnya dipegang hati atau perasaan. Perasaan ini akan memberikan sisi untuk memandang sesuatu. Dalam pengolahan karya seni tak pernah ada benar atau salah…. karena semua tergantung dari perspektif yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri.