CUKUP SUDAH
Sunday, October 15th, 2006Hari ini aku harus mengatakan CUKUP pada :
1. Makanana-makanan berkolesterol tinggi
2. Ketidakseriusan dalam bekerja
3. Kebimbangan untuk menjalankan ibadah
4. Eksperimen dalam hubungan dengan lawan jenis.
Mengenai yang pertama, aku harus katakan cukup karena aku mulai merasakan ketidakberesan dalam tubuhku setelah memakan makanan berkolesterol tinggi. Kepala ku jadi migran, setelah menikmati sop konro. Selama ini aku tenang-tenang saja walau tubuh sudah overweight 13 kilo karena aku belum merasakan ketidakberesan. Tapi setelah merasakannya aku segera tahu bahwa jika aku tak menghentikan kebiasaanku melahap makanan berkolesterol tinggi maka akibat lebih fatal dapat aku rasakan.
Kedua, telah 2 tahun aku menjadi orang yang tidak serius dalam bekerja. Setelah lepas dari WISATA, ritme kerja ku pun berubah secara bertahap. Dibulan ketujuh di Apeksi, aku menjadi orang yang santai dalam bekerja. Saat ini, setelah berevaluasi sejenak dan berfikir panjang akan dampaknya yang pasti terasa oleh diriku sendiri, maka aku memutuskan untuk kembali gila kerja. Aku tak mau menjadi tidak terampil dan semakin kehilangan kemampuan menganalisa sesuatu (walau kepemilikan kemampuan ini sebenarnya rendah).
Ketiga, selama ini aku selalu mencari pembenaran untuk tidak melaksanakan ibadah dengan benar. Akhirnya akupun lelah, karena harus bergumul diri sendiri dan sebenarnya aku kangen juga untuk kembali bermesraan dengan Allah.
Keempat, setelah putus dari Herry aku menjadi membabi buta dalam berhubungan dengan lawan jenis. Gampang sekali menjalin hubungan dengan pria walau tanpa perasaan. Eksperimen dengan hubungan tanpa ikatan, hubungan jarak jauh, TTM-lah, membuat Capek rasanya…. dan walaupun tidak berdampak negatif padaku, tapi aku tidak mau membuat orang lain menjadi obyek pelarianku. Ada rasa berdosa setiapkali aku memulai hubungan dengan mereka, karena aku menganggap mereka sebagai Herry. Sepertinya saat ini lebih baik mencurahkan fikiran pada pekerjaan dan hobi fotografi ku saja, tentu tak akan menghasilkan perasaan bersalah jika aku bereksperimen pada hal-hal tersebut