Archive for October, 2008

Manajemen Keuangan Ala Keluarga Herry Yanto

Sunday, October 26th, 2008

Setelah berkeluarga, dalam hal finansial saya akui saya menjadi lebih tertib. Dari 5 kartu kredit tinggal 2 lagi dengan jumlah hutang yang semakin mengecil. Sekarang hutangku dibawah 3 juta. Suamiku pun demikian, lebih mampu mengatur pengeluaran sekarang. Dulu sih beliau sering kerja hingga larut, namun penghasilannya tak terlihat bentuknya. Sekarang beliau kerja sampai larut tapi mulai terlihat sedikit- demi sedikit, setidaknya sejak 2 bulan lalu Suamiku mulai teratur membayar cicilan rumah di bank.

Aku & Suamiku mulai menyisihkan penghasilan setiap hari. Setiap hari aku menyisihkan Rp. 5.000,- untuk tabungan dan Rp. 10.000,- untuk membayar pembantu. Uang  Rp. 5.000,- yang tidak berarti kalau kita belanjakan akan mempunyai arti kalau kita kumpulkan.  Peanuts ya kelihatannya…. tapi dari mengatur hal yang remeh temeh itulah kami hidup. Sebab jumlah Rp. 5.000 yang terkumpul selama setahun adalah Rp. 1.825.000 kalau 10 tahun? Jumlahnya bisa jadi uang pangkal anak masuk sekolah hehehhee…..

Untuk belanja sayur mayur saya memilih berbelanja di pasar tradisional, beras saya beli di Kulakan. Pengeluaran terbesar belanja bulanan adalah belanja daging, ikan & telur di pasar swalayan. Remeh temeh bgt yah…..

Forget about New Laptop, Kabel TV! Prioritas kami yang sekarang adalah pembenahan kondisi finansial, sebelum melakukan investasi yang lebih besar.

Rumah Kecilku

Thursday, October 23rd, 2008

Walau sempat BETE berat, karena beli rumah kemahalan. Akhirnya aku dapat mencintai rumah itu dengan senang gembira. Rumah kecil daitas tanah 90 meter itu telah mencukupi kebutuhan kami akan tempat berteduh. Letaknya pun tak jauh dari Jalan Ir. Juanda, Depok. Dan segala kekurangannya, sedikit demi sedikit kekurangan sana-sini tertutupi dengan adjustment-adjustment yang kami buat. Sudah 5 hari kami berada di rumah itu. Aku sudah tahu jadwal sampah akan diangkut, Senin dan Kamis. Tiap hari sabtu dan minggu sore ada senam bersama di lapangan bulutangkis. Memang aku hanya baru bertamu ke dua rumah tetangga. Rencanaku sore ini aku akan berkeliling memperkenalkan diri pada tetangga dekat.

Aku bersyukur, bahwa ibu ku pernah mengajarkan tatacara memperkenalkan diri sebagai tetangga buru (THANKS MOM!). Dengan modal sedikit kue yang akan kubeli di hyperstore aku akan berkeliling setidaknya ke sepuluh rumah tetangga.

Doain yah…

Mudah2an tetangganya pada baik-baik.