Manajemen Keuangan Ala Keluarga Herry Yanto
Setelah berkeluarga, dalam hal finansial saya akui saya menjadi lebih tertib. Dari 5 kartu kredit tinggal 2 lagi dengan jumlah hutang yang semakin mengecil. Sekarang hutangku dibawah 3 juta. Suamiku pun demikian, lebih mampu mengatur pengeluaran sekarang. Dulu sih beliau sering kerja hingga larut, namun penghasilannya tak terlihat bentuknya. Sekarang beliau kerja sampai larut tapi mulai terlihat sedikit- demi sedikit, setidaknya sejak 2 bulan lalu Suamiku mulai teratur membayar cicilan rumah di bank.
Aku & Suamiku mulai menyisihkan penghasilan setiap hari. Setiap hari aku menyisihkan Rp. 5.000,- untuk tabungan dan Rp. 10.000,- untuk membayar pembantu. Uang Rp. 5.000,- yang tidak berarti kalau kita belanjakan akan mempunyai arti kalau kita kumpulkan. Peanuts ya kelihatannya…. tapi dari mengatur hal yang remeh temeh itulah kami hidup. Sebab jumlah Rp. 5.000 yang terkumpul selama setahun adalah Rp. 1.825.000 kalau 10 tahun? Jumlahnya bisa jadi uang pangkal anak masuk sekolah hehehhee…..
Untuk belanja sayur mayur saya memilih berbelanja di pasar tradisional, beras saya beli di Kulakan. Pengeluaran terbesar belanja bulanan adalah belanja daging, ikan & telur di pasar swalayan. Remeh temeh bgt yah…..
Forget about New Laptop, Kabel TV! Prioritas kami yang sekarang adalah pembenahan kondisi finansial, sebelum melakukan investasi yang lebih besar.