Apakah tua berarti matang?

September 27th, 2006 by anggreini

2 jam lalu baru saja aku keluar dari pertemuan KSAP mewakili Pak Sarimun. God, Pertemuan yang tidak membuatku nyaman karena orang-orang disana menatapku dengan tatapan, are u sure u are invited? aku sih ngerti mengapa mereka demikian. Karena ini adalah pertemuan expert, sedangkan aku adalah anak muda yang diidentikan dengan ketidak tahuan dan kurang berpengalaman.

Ini adalah kali kedua aku disini, makan enak dan dibayar, tapi ya… itu….tadi .. tidak nyaman.

AKU MENUNGGU MU DISINI

September 26th, 2006 by anggreini

Jam terus bergerak….

sementara kau belum juga tiba….

kapankah kau akan datang….

ketika batukku tak kunjung reda…

dan dadaku semakin sesak….

ku menunggumu disini….

lagi.. tentang fotografi

September 24th, 2006 by anggreini

Jumat pagi lalu, 22 september 2006, ketika aku beserta teman-teman mengadakan pameran kecil-kecilan karya fotografi dan puisi yang kami buat, seorang bapak menghampiriku, beliau menanyakan mengenai karya-karya kami tersebut. Karena aku satu-satunya fotografer yang stand by pagi itu, maka dengan pengetahuan ku yang terbatas aku menerangkan karya-karya tersebut. ternyata beliau adalah fotografer senior yang mencari nafkah di Hongkong, namanya Pak Candra. Beliau berpendapat karya-karya kami sudah cukup bagus. KArena sadar bahwa karya kami merupakan karya amatir, aku terangkan bahwa karya kami bukanlah karya yang cukup berkualitas dan masih amatiran.

Kemudian mulailah pembahasan mengenai fotografi. Pak Candra menerangkan bahwa sesungguhnya tidak ada perbedaan amatir dan profesional dalam hasil karya, karena dalam fotografi tidak ada yang bisa memastikan bahwa karya yang dihasilkan seseorang akan lebih bagus dari karya yang dihasilkan oleh orang lain. Dan ini berlaku juga pada segala sesuatu yang berhubungan dengan berkesenian.
Teknik adalah suatu hal yang penting, namun bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah niat yang akan menjadi pemicu ketekunan dan dedikasi. Pak Candra memompakan semangat padaku untuk lebih serius menekuni fotografi. jangan perdulikan pada alat atau media yang digunakan, tapi yang terpenting adalah aku harus mempunyai tujuan yang jelas dalam fotografi. Sehingga karya-karya ku berkonsep. Aku jadi teringat pendapat Barrett :
Photographs have meanings deeper than what appears on their surfaces, the surface meaning is tha which is obvious and evident about what is pictured, and deeper meaning are those that are implied by what is pictured and how it is pictured (barrett, p. 42 :1996)

Fotografi adalah salah satu cara untuk menampilkan nilai seni, yang merupakan perpaduan antara Hati dan otak. Dimana otak hanya memegang peranan 30 %  sebagai pelaksana teknis selebihnya dipegang hati atau perasaan. Perasaan ini akan memberikan sisi untuk memandang sesuatu. Dalam pengolahan karya seni tak pernah ada benar atau salah…. karena semua tergantung dari perspektif yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri.

Beberapa Jam Sebelum Pameran

September 21st, 2006 by anggreini

Gw deg-degan nih…… Beberapa Jam lagi gw mau pameran. Walau bukan Pameran Tunggal, tapi karya gw lumayan banyak di pameran itu, ada sekitar 10 buah. Mudah-mudahan sukses ya…….. Gw sih ga ngejar apa-apa, cuman target gw adalah menghidupkan kepedulian terhadap kereta dan manusia-manusia sekitarnya. Di pameran kali ini ada beberapa foto yang belum sempat ke pajang, karena orangnya tidak dapat menyerahkan foto tersebut, yah sekitar 10 foto ditambah 2 foto karya gw yang ga dipajang akibat kekurangan tempat pajang. Berarti KRL-mania masih punya stok foto untuk dipajang sekitar 12 foto. Mudah-mudahan bakal ada panggilan pameran lagi heheheheh…

Oh iya… besok mesti sedia pin KRL-MANIA nih.. buat suvenir untuk direktur KAI

Mudah-mudahan sukses deh…….

TAK TERIKAT, KEleluasaan DAN RASA BERSALAH

September 14th, 2006 by anggreini

Menjalani hubungan tanpa ikatan bukanlah hal yang tidak biasa saat ini. Apalagi dengan hubungan itu membawa keleluasan bagi pihak yang tak mau direpotkan dengan masalah komitmen dan perasaan.  Dulu aku menghindari hubungan seperti ini, apalagi dengan orang yang aku sayangi. Namun kini disaat aku membutuhkan tempat berbagi cerita dan teman berjalan tanpa harus terlilit oleh suatu perasaan yang dinamakan cinta, aku pun akhirnya menjadi seseorang yang menjalani hubungan tanpa ikatan.

Jujur saja, hubungan ini tidak berprospek, namun  dengan hubungan seperti ini aku tidak akan merasa bersalah jika meninggalkannya ataupun merasa kecewa jika ditinggalkan.  Toh aku dan dia sama-sama tidak mempunyai perasaan yang mendalam. Selain itu, aku menjadi tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh pasanganku diluar hubungan kami.  Tapi ada juga perasaan bersalah atas hubungan yang kami jalani ini. Perasaan bersalah atas yang dia rasakan…

Karena aku tahu sebenarnya dia terbebani….

Sekarang aku berfikir untuk mengakhiri hubungan ini. 

Maafin aku yah xxxx…………

EAST KALIMANTAN, MASIHKAH JADI SALAH SATU PARU-PARU DUNIA Bag. 2

September 11th, 2006 by anggreini

Dari atas

Canopy

Bridge

, terdengar suara gergaji mesin menderu dikejauhan membuat ingin menangis, karena berfikir semakin sedikit saja pohon besar yang dapat dinikmati. Sayang sekali paru-paru dunia rusak oleh kerakusan manusia. Selepas dari canopy bridge, aku putuskan untuk melalui trek VI, yang merupakan trek terpanjang. Dan sekali,  aku kembali menelan kekecewaan karena tidak menemui pohon besar seperti yang aku dambakan. Aku hanya menemui Kebun Anggrek yang terkunci namun tak terawat, serta sarang burung yang tak ada burungnya. Kemudian aku menemui area permainan untuk outbound, seperti flying fox, memanjat tambang sampai keatas titian pohon dan sebagainya. Pukul 14.30 WITA aku sudah menikmati baso dan pukul 15.00 aku meninggalkan Bukit Bengkirai dengan ke kecewaan. Tapi sempat ku utarakan kekecewaanku kepada petugas penjual tiket, betapa sayangnya hutan yang berpotensi untuk berkembang tak terurus dan tidak dapat dijadikan area pendidikan lingkungan yang baik untuk anak-anak, karena dapatkah kita menerangkan mengapa gergaji besi mendera kayu-kayu dan membuatnya tersungkur mencium tanah?

Hutan Sei Wein

Waktu yang tersisa semakin sempit, karena aku pesawatku berangkat pada pukul 18.50 WITA akhirnya Pak Supri memacu kijang dengan cepat. dan akhirnya kami memasuki wilayah kota balikpapan lebih cepat. Sehingga akhirnya ada waktu lebih untuk iseng-iseng mengintip Hutan Sungai Wein..

Eh,.. ngantuk… aku tidur dulu ye.. sekarang jam 23.47 wib

EAST KALIMANTAN, MASIHKAH JADI SALAH SATU PARU-PARU DUNIA

September 9th, 2006 by anggreini

Aku belom ceritain pengalaman gw ke EAST KALIMANTAN alias Kalimantan Timur.  Aku kesana dalam rangka perjalanan Dinas, tapi sempat jalan-jalan ria sehari sebelum seminar dan di hari akhir seminar (nyolong-nyolong). Daerah yang aku jelajahi adalah Tritip, Pantai Manggar, Hutan Tanaman Industri Bukit Bengkirai, serta Hutan Sungai Wein. Sebenarnya aku juga ke tempat penangkaran orang utan, tapi apa daya tak boleh masuk karena tidak dilengkapi oleh surat-surat.

PENANGKARAN BUAYA DI TRITIP

Tidak mendapatkan pesawat yang dapat berangkat lebih sore merupakan satu berkah bagiku. Karena dengan demikian aku mendapatkan waktu untuk melihat-lihat Balikpapan lebih lama. Setelah pesawat mendarat di bandar udara Internasional Sepingggan, aku langsung naik taxi menuju hotel. Supir taxi yang ku tumpangi memberikan keterangan bahwa kalimantan Timur memiliki obyek wisata yang dapat dikunjungi yakni : Tritip, Bukit bengkirai, Pantai Mangar dan Sungai Wein.

Maka setelah beristirahat selama 1,5 jam dilanjutakan dengan mandi, maka pada pukul 11.30 aku segera turun untuk menjelah Balikpapan. Kuputuskan untuk mengisi perut dulu disebuah rumah makan, ternyata masakan ikan kakapnya lumayan juga. Kemudian aku mulai bertualang, dimulai dari terminal naik angkot 07. Di dalam angkot penumpangnya hanya 3 orang bersama 1 orang pacar sang supir (BTW, aku kesel banget disupiri oleh orang yang lagi pacaran,…duh…takut kecelakaan gara-gara gak konsen). Sempet nyasar karena aku tidak mengatakan bahwa aku akan turun di tempat penangkaran buaya. Ternyata Tritip itu luas hehehehe………. Akhirnya dengan membayar ongkos Rp. 4.000,- turunlah aku di jalan menuju tritip. Hanya 50 meter dari jalan raya terdapat pos masuk, dan untuk melewatinya aku harus membayar Rp. 5.000,- . Tempat itu hanya mempunyai 4 binatang, Gajah, Ular, Kura-Kura dan tentu saja bUAYA. Buaya yang ada pun tak banyak jenisnya hanya ada 4 pula dan aku tak hapal. Heeheehe…. yang jelas di sini di dominasi oleh Buaya Muara dalam berbagai ukuran. hiiiiiiiiiiiiiii ………. ada yang besar. Di Tritip aku hanya menghabiskan waktu 1,5 jam kemudiaan ke Pantai Manggar.

Pantai Manggar.

Sebenarnya pantai ini kurang menarik bagiku. Karena jika dibandingkan anyer saja sudah jauh. Dipantai ini banyak sekali pohon kelapa. Penduduk Balikpapan tumpah ruah disini setiap hari minggu. Banyak gerombolan anak muda yang datang dengan motor. Pada saat itu ada pula beberapa perusahaan yang mengadakan Gathering. Pantainya kecoklatan … pasirnya pun putih agak coklat, well….. karena aku merasa tida ada obyek yang dapat aku foto maka akupun segera pergi dari pantai itu.

Karena hari masih terang, maka aku putuskan untuk menuju Balikpapan Plaza untuk mencari bahan bacaan, dan ternyata harga buku di Balikpapan lebih mahal 1,5 kali dari Jakarta. Akhirnya ku pilihlah sebuah buku kecil yang harganya relatif murah.

Untuk sementara udah dulu yah… mo bobo, besok aku sambung lagi……..

Aku lanjutin yah…

Bukit Bengkirai

Selama seminar aku mencari-cari tahu mengenai Bukit Bengkirai dan Sungai Wein. Dari beberapa rekomendasi rekan asal

Kalimantan

akhirnya aku putuskan untuk memprioritaskan Bukit Bengkirai, karena katanya disana view-nya lebih menarik ketimbang Hutan Sungai Wein. Akhirnya pada hari terakhir Seminar ku tinggalkan hotel pada pukul 10.30 WITA dengan mobil sewaan (ehhehehe tentunya dengan supir, karena aku tidak bisa mengendarai mobil). Jalan dari

Balikpapan

ke Samboja sih mulus tapi selepasnya jalanan bergelombang dan rusak apalagi 5 kilometer memasuki pos pemeriksaan sudah jalan tanah, rusak pula, sehingga dapat dikatakan offroad abiss,….. Selama perjalanan aku banyak menemui pohon-pohon yang kering dan mati. Ilalang pun tingginya menyaingi pohon –pohon yang ada, menandakan sebenarnya lebih sedikit pohon tinggi ketimbang ilalang. Ku harapkan pohon-pohon yang ada di dalam hutan

sana

jauh lebih besar dari pohon-pohon yang ada di Kebun Raya Bogor apalagi pohon-pohon yang aku lihat di jalanan. Masuk ke kawasan Hutan Bukit Bengkirai kutemukan penginapan yang bentuknya seperti rumah panjang. Di Bukit Bengkirai ini terdapat outbound training bagi pengunjung berkelompok yang berminat. Setelah membayar tiket untuk orang (Rp. 2.000/orang) dan mobil (Rp. 5.000/mobil) serta tiket untuk menaiki canopy bridge (Rp. 5.000/orang). Ditemani Pak Supri, supir mobil sewaanku aku menjelajahi Bukit Bengkirai. Ternyata Hutan Bukit Bengkirai tidak cukup terawat, terlihat pohon-pohon yang baru tumbang tidak disingkirkan dari jalanan pelancong. Alas, ternyata pohon-pohon besar seperti yang aku harapkan hanya dapat kulihat tergolek di tanah. Selebihnya adalah pohon-pohon berdiameter kecil. Akupun kesulitan menemukan burung disini. Bukankah hutan habitat bagi binatang-binatang. Setelah berjalan sekitar 5 kilometer, aku menemukan canopy bridge yang terletak 50 meter dari permukaan tanah. Karena Pak Supri sejak awal memilih tidak menaiki canopy bridge, maka akhirnya aku sendiri yang menaikinya. Di atas

Canopy

Bridge

aku bisa melihat pepohonan di hutan itu lebih leluasa. Tapi aku hanya melangkah sebanyak 3 langkah diatas canopy bridge, karena nyaliku ciut ketika berfikir harus menyeberangi 3 jembatan antar pohon lagi, sendirian pula….. hehehhe… Tapi alhamdulillah aku masih sempat membidik beberapa kali jepretan dari atas jembatan tersebut. Canopy bridge dibangun pada 5 pohon, terbuat dari kayu dan tali, kalau pohon tertiup angin maka jembatanpun mengikuti gerakan pohon, bergoyang-goyang.

TIA KERJA HARI INI…………

September 7th, 2006 by anggreini

Hari ini adik perempuanku mulai bekerja di Senayan…… Seneng banget!!! Alhamdulillah adikku ga lama menunggu alias menganggur…. Ayah dan Ibu pun sangat lega, karena ketakutan yang menghantui kami tidak terjadi. Aku agak khawatir Tia akan kesulitan menghadapi hari pertamanya, mudah-mudahan semuanya lancar ya…

Antara Kualitas dan kuantitas

September 7th, 2006 by anggreini

Selama ini terus terang, aku tidak banyak menghasilkan karya fotografi yang bermutu. Terus terang aku belum menjalankan "foto berkonsep" dalam berkarya. Umumnya foto2 ku asal jepret…………. Dan itulah sebab mengapa aku tidak berani mengeksekusi langsung job dari sebuah Institusi yang mengadakan kuliah umum dengan mengundang seorang Menteri Perdagangan.

Koleksi fotoku sangat banyak, kalau dihitung-hitung, mungkin sudah 20 GB, tapi foto-foto yang layak tampil, mungkin hanya 10-20 foto dari ribuan foto koleksiku. Selama ini aku beranggapan bahwa practices will make my photo perfect, but until now, I never make a perfect photo. Job-job mulai berdatangan seiring dengan terdengarnya kabar bahwa aku punya hobi photografi. Tapi aku baru menangani 3 klien untuk foto pernikahan. Menurut Pak Huda, aku harus tetap berani mengeksekusi permintaan. Tapi disisi lain kalau mendengar tentang foto berkonsep, keberanianku jadi menciut. Sedih nih. …. kapan bisa maju yah??

Apakah sebaiknya aku tidak menerima permintaan2 untuk memotret dulu hingga kualitasku dalam fotografi meningkat?

Ketika internet menyapa rumah

September 6th, 2006 by anggreini

Ada

hal yang berubah di rumah saat ini, ibu mulai kecanduan internet… hehhehehe…. Emang ini adalah hal yang lazim bagi orang yang baru kenal internet untuk pertama kali. Beliau tidak kecanduan chatting, seperti hal nya aku dulu, tapi kecanduan browsing site-site pendidikan. Hal ini terjadi karena dirumah baru saja dipasang speedy (ibu terjerat rayuan pemasar speedy yang dengan gencar mendekati para guru sehingga bersedia membeli layanan akses tersebut).IBu yang dengan metode pengetikan satu jarinya yang audzubillah lamanyanya, sangat antusias bertanya mengenai berbagai hal, seperti, bagaimana mencari situs-situs yang menyajikan informasi mengenai pendidikan, bagaimana mennyimpan dokumen yang menarik yang ia temukan di Internet, dan lain sebagainya. Sehingga aku yang tidak sabaran, harus mengubah sikapku menjadi pengajar yang sabar. hihihihihihihi……….

Sebenarnya aku agak was-was juga sih menggunakan speedy ini, karena takut tiba-tiba tagihannya membengkak. Speedy

kan

terkenal dengan ketidakjelasan perhitunggan pemakaian pelanggannya. Tapi sisi baik dari adanya internet di rumah adalah, aku bisa membuka berbagai situs sampai malam sambil nongkrong di Yahoo massanger. (hhiihiihiihi……… tapi wajar toh, karena aku juga bayar biaya pemasangan dan ikutan patungan biaya bulanan untuk langganan speedy)

Btw, hari kemarin aku gak jadi menjenguk teman anggota Krl Mania yang jatuh dari kereta, Luther, di rumah sakit tugu cimanggis, karena capek banget nih badan. Maaf ya Luther, gw delay satu hari datengnya. Heheheheheh……